Sabtu, 24 Agustus 2013

1 Tahun Bersama...

Sayang,
Jam di kamar sudah menunjukkan pukul 22.40, artinya dalam beberapa jam lagi, saya akan menjadi istrimu. Menjadi bukan sekadar teman tidurmu, tapi teman berbagi segala resah dan gelisah, bahagia, suka cita. Semuanya.
Sungguh, saya tidak menyangka akan se-deg-deg-an ini. Saya pikir, ketika saya sudah mempersiapkan semuanya dengan rapi, saya bakal luput dari perasaan gelisah seperti malam ini. Itu yang tadinya saya pikir, karena kenyataannya, saya lupa kalau hati bisa bergejolak sewaktu-waktu. Mendadak saya merasa deg-degan, getaran yang lebih hebat dari yang saya prediksi sebelumnya.
Mendadak saya ingin teriak, “WWWWOOOOIIIIII! Besok aku kawin!”

Ah, Sayang.......
Saya sudah tidak sabar untuk memulai petualangan hidup bersamamu. Sampai jumpa besok, ya...
Allah melindungi tidurmu dan perjalananmu menuju rumah saya, esok pagi. Amin.
==============================================================================================

:: iseng-iseng baca notes satu tahun yang lalu...saat saya sedang dalam masa galau menanti akad nikah esok harinya..
aaahhhh....indahnya ^__^

Hari ini tepat satu tahun kita bersama dalam ikatan sakral, rasanya baruuuuu kemarin. Dan saya sangat mensyukuri tiap hari, jam, menit, detik yang saya lewati sebagai istri..

Sayang, saya adalah perempuan beruntung karena akan menjadi seorang istri dari lelaki yang paling bisa menyempurnakan ketidaksempurnaan saya.

I love you, Fauzi Rahmat Hidayat.
Saya mencintaimu, lebih banyak dari yang kamu tahu....

Sabtu, 17 Agustus 2013

Adab Bercanda yang dicontohkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Sebagaimana yang diriwayatkan dlm beberapa hadits yang menceritakan seputar bercandanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Aku belum pernah melihat Rasullullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tertawa terbahak-bahak hingga kelihatan amandelnya, namun beliau hanya tersenyum.” (HR. Bukhari & Muslim)

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu pun menceritakan, para sahabat bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Wahai, Rasullullah! Apakah engkau juga bersendau gurau bersama kami?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab dgn sabdanya, “Betul, hanya saja aku selalu berkata benar.” (HR. Imam Ahmad. Sanadnya Shahih)

Adapun contoh bercandanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ketika beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bercanda dgn salah satu dari kedua cucunya yaitu Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dgn Al-Hasan bin Ali radhiyallahu ‘anhu. Ia pun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dgn riang gembira.” (Lihat Silsilah Ahadits Shahihah, no hadits 70).

Jumat, 19 Juli 2013

Televisi-mu, Harimau-mu



Apa cuma saya yang pas sahur iseng banget nyalain televisi sekedar nonton lawak pukul-pukulan, main siram tepung, saling menghina fisik antar pelawak? Saya gak tau lucunya dimana, tapi ya tetep aja di tonton buat sekedar di komentarin misalnya..he! Kadang-kadang suka mikir, sejak kapan ya penderitaan orang lain jadi bahan tertawaan, sejak kapan menghina fisik orang lain jadi bahan lelucon?
 " pemainnya udah pada ikhlas kok digituin, namanya juga kerjaan...."
oke! tapi pernah mikir gak gimana dampaknya untuk yang nonton? apalagi kalau yang nonton masih anak-anak. Ngeri deh rasanya, anak-anak gampang banget terpengaruh.

Kemarin sempet baca artikel yang isinya KPI, memberi peringatan untuk acara sahur di beberapa stasiun televisi. 
Komisi Penyiaran Indonesia Pusat memberikan teguran tertulis untuk acara-acara Ramdhan di televisi. Program acara tersebut adalah Hafidz Indonesia RCTI, Sahurnya OVJ Trans 7, Sahurnya Pesbukers ANTV, dan Yuk Kita Sahur Trans 7.
Pada Program “Hafidz Indonesia” (selanjutnya disebut program) yang ditayangkan oleh stasiun RCTI pada tanggal 9 Juli 2013 pada pukul 14.54 WIB. Pelanggaran yang dilakukan program adalah penayangan secara close up seorang anak yang tampak buang air kecil saat ia menjadi peserta program tersebut. Kamera menyorot celana anak tersebut yang tampak basah. Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran terhadap perlindungan anak dan norma kesopanan.
Pada Program Siaran “Sahurnya Pesbukers” (selanjutnya disebut program) yang ditayangkan oleh stasiun ANTV  pada 10 Juli 2013 mulai pukul 01.56 WIB. Pelanggaran yang dilakukan adalah penayangan adegan yang melecehkan orang dan/atau masyarakat dengan kondisi fisik tertentu serta pelanggaran terhadap norma kesopanan. Adegan-adegan tersebut adalah:
  1. Sapri berkata kepada Andika yang menggendong Daus Mini “Tadi gue lihat lu bawa monyet tiga, sekarang tinggal satu”.
  2. Eko berkata tentang Daus Mini, “Ganteng-ganteng dibilang monyet… Itu bukan monyet … (tapi) nying-nying”.
  3. Eko menyebut  Daus Mini, “Ini bukan catur. Ini biji congklak”.
  4. Andhika berkata kepada Eko, “Daus kalo lihat ini suka sedih (sambil menunjuk corong). Inget zaman lahirnya dulu. Nyokapnya nggak nyampe ke bidan akhirnya lahirnya pake corong jadinya keluarnya kecil”.
  5. Andhika berkata kepada Gading tentang Daus, “Dia bingung. Orang dari dulu ngga pernah gede, kok lu tanyain kalo udah gede mau jadi apa?” Gading menyambung, “Daus kalau tetap kecil mau jadi apa?”
  6. Andhika berkata tentang Daus, “Daus itu hidupnya sial banget ya! Udah tua, kecil, ketiban banci lagi.”
Pada Program Siaran “Sahurnya Pesbukers” (selanjutnya disebut program) yang ditayangkan oleh stasiun ANTV  pada 10 Juli 2013 mulai pukul 01.56 WIB. Pelanggaran yang dilakukan adalah penayangan adegan yang melecehkan orang dan/atau masyarakat dengan kondisi fisik tertentu serta pelanggaran terhadap norma kesopanan. Adegan-adegan tersebut adalah:
  1. Sapri berkata kepada Andika yang menggendong Daus Mini “Tadi gue lihat lu bawa monyet tiga, sekarang tinggal satu”.
  2. Eko berkata tentang Daus Mini, “Ganteng-ganteng dibilang monyet… Itu bukan monyet … (tapi) nying-nying”.
  3. Eko menyebut  Daus Mini, “Ini bukan catur. Ini biji congklak”.
  4. Andhika berkata kepada Eko, “Daus kalo lihat ini suka sedih (sambil menunjuk corong). Inget zaman lahirnya dulu. Nyokapnya nggak nyampe ke bidan akhirnya lahirnya pake corong jadinya keluarnya kecil”.
  5. Andhika berkata kepada Gading tentang Daus, “Dia bingung. Orang dari dulu ngga pernah gede, kok lu tanyain kalo udah gede mau jadi apa?” Gading menyambung, “Daus kalau tetap kecil mau jadi apa?”
  6. Andhika berkata tentang Daus, “Daus itu hidupnya sial banget ya! Udah tua, kecil, ketiban banci lagi.”
 Pada Program Siaran “Yuk Kita Sahur” (selanjutnya disebut program) yang ditayangkan oleh stasiun Trans TV   pada tanggal 12 Juli 2013 mulai pukul 01.57 WIB. Pelanggaran yang dilakukan adalah penayangan adegan yang melecehkan orang  dan/atau masyarakat dengan kondisi fisik tertentu, pekerjaan tertentu serta orientasi seks dan indentitas gender tertentu, dan pelanggaran terhadap norma kesopanan. Adegan-adegan tersebut adalah:
  1. Wendi menari dan menyanyi dengan pakaian perempuan sambil memainkan lidah. Deni kemudian berkata kepada Wendi, “Lu jangan sok cantik ye. Dandanan lu kaya biduan pantura.” Wendi menjawab, “…kalau saya kayak biduan pantura, abang godain saya berarti abang supir truk.”
  2. Deni berkata kepada Olga, “Lu ngeliat burung malah demen…, ajak ngobrol, lu piara”.
  3. Olga menyebut Adul “burung cebol”.
  4. Olga mengolok-olok penonton wanita yang bergigi tonggos, menyamakannya dengan paruh boneka burung.  Kemudian Wendi bertanya tentang perempuan tersebut, ”Eh jadi itu burung yang selama ini ngerusak padi gua?”  Olga menjawab “Itu burung paling enak kalau makan kuaci. Makan kuaci ambil brek..” Olga kemudian memperagakan memakan dengan menonggoskan giginya.
  5. Olga berkata kepada Jeremi Teti, “Udah tua masih ngondek aja”.
sumber: http://news.fimadani.com/read/2013/07/19/kpi-pusat-berikan-teguran-acara-acara-ramadhan-di-tv/

tuuuuuhkaaaaaaaaaan ngeri banget lawakan mereka! padahal itu cuma sebagian kecil yang disebutkan karena buanyak banget pelanggaran. Ya iyalaaah orang sepanjang acara mereka kerjaannya kalau gak cela-celaan ya main fisik. Tapi peringatan tinggalah peringatan..buktinya barusan saya nonton lagi masih sama-sama aja gak da perubahan. Karena memang kuncinya sebenarnya ada pada kita selaku penonton. Kalau rating penontonnya tinggi ya pihak stasiun televisi seneng donk, makanya suruh lanjut aja.

Kita harusnya sekarang lebih pintar dalam memilih tontonan terutama untuk anak-anak. Dampaknya memang tidak terasa secara langsung, tapi akan mulai terlihat saat dia bergaul di masyarakat. Saat saya masih mengajar dulu, siswa-siswa seolah tanpa beban terbiasa mendiskriminasi teman-temannya yang memiliki kekurangan dari segi fisik misalnya. yang menyebabkan anak tersebut minder dan semakin tidak percaya diri.

Jangan biarkan rasa empati dan saling menghargai menguap menghilang begitu saja dari diri anak-anak kita atau bahkan diri kita sendiri. Ini bukan untuk acara sahur saja, masih banyak tontonan aneh lainnya. Sinetron remaja , cerita anak-anak yang mulai gak masuk akal, banyak lah.

Seleksi apa yang anda atau anak-anak anda tonton dan batasi frekuensi menonton televisi sehari maksimal 1,5 jam.

Semoga penonton Indonesia semakin lebih cerdas....



Wherever we go, keep bring our own sunshine!

Mengajar adalah hobby saya sejak dulu. Kalau tidak, manamungkin saya berani mengambil jurusan keguruan saat kuliah dulu. Menghadapi perilaku anak yang berbeda memberikan warna tersendiri yang terkadang membuat saya lupa bahwa ada masalah yang merudung saya.Tapi lantas jika akhirnya saya kemudian memutuskan untuk keluar dari pekerjaan saya sekarang, bukan berarti saya sudah tidak mencintai profesi saya. Mungkin banyak yang mengira saya sudah gila. Memutuskan untuk resign ketika rekan kerja sudah mulai mempercayai kemampuan saya. Mungkin selain gila, banyak yang mengatakan saya sombong karena telah menghentikan jalan menuju profesi yang diidamkan hampir sebagian besar masyarakat Indonesia, jadi PNS. Tetapi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan itu. Jauh dari lubuk hati yang paling dalam, tiba-tiba saya merasa jadi atau tidaknya saya menjadi PNS tidak akan ada artinya kalau saya memaksakan diri mengerjakan pekerjaan saya dengan tanpa disertai passion dan semangat melakukannya.

Sempat saya bertanya. Bagaimana mungkin sebuah passion atau hobby itu bisa hilang? Kalau bisa hilang, pantaskah itu disebut passion?
Percayalah, ada masa dimana kita dalam melakukan sesuatu mengalami sebuah limitation. Ambang batas. Entah itu batas waktu, batas kreatifitas atau malah batas kesabaran!  Apa yang awalnya kita lakukan dengan senang hati, tiba-tiba berubah menjadi tidak lagi menyenangkan untuk dilakukan karena begitu banyak keterbatasan dalam memaksimalkan kemampuan yang kita miliki.  Buang-buang energi sekali. And I’m too tired for that. Saya tidak mau terlalu lama menjadi orang yang berpura-pura seolah-olah semua baik-baik saja, tetapi di belakang berbicara sebaliknya. Menurut saya, bekerja itu adalah ibadah. Untuk apa kita tetap beribadah, kalau kita masih selalu saja melakukah hal-hal yang negatif, misalnya membicarakan kejelekan pimpinan kita, ketidakjujuran dalam bekerja atau malah mencela berbagai kebijakan lembaga yang ‘membayar’ kita? Itu sama saja seperti kalau kata teman saya bilang, ibarat “meludah di sumur yang airnya kita minum sendiri”.
Beberapa orang teman sempat mengira saya sudah memiliki pekerjaan di tempat lain dengan gaji yang jauh lebih besar. Saya sih hanya mengamini saja. Saya anggap itu sebuah doa. Karena pada kenyataannya, saya tidak akan ngantor dimana-mana. Pertama, karena saya masih enggan bertemu lagi dengan yang namanya office hour. ^_^. Kedua, karena tanpa saya sadari, otak dan hati saya langsung bergerak tanpa diminta, untuk mencari berbagai passion baru untuk segera diwujudkan seperti akan meneruskan usaha orang tua saya untuk berdagang karena rasanya mereka cukup tua dan sudah waktunya menikmati waktu dengan tidak memikirkan pekerjaan. Dan ternyata, banyak sekali yang ingin saya lakukan! kursus menjahit, menyulam, handcraft, banyak!  Saya sudah pasti tidak akan meninggalkan dunia mengajar secara penuh. Ibarat sebuah keran air, saya tidak akan menutupnya secara total. Tapi saya ingin membuka keran yang baru yang sama serunya.

Saya masih ingin memaksimalkan kemampuan untuk menjadi pengajar yang lebih baik, bahkan saya masih ingin kembali lagi belajar agama, kajian yang selama ini sudah saya lupakan. Terdengar lebai, ya? Hehehe. Tapi dengan memberikan waktu lebih bagi hati dan otak saya untuk saling berkomunikasi seperti sekarang ini, saya jadi semakin tahu betapa banyak hal dan kreatifitas yang bisa saya lakukan dibanding hanya berkutat dengan jam kerja dan rutinitas harian seperti yang selama ini saya lakukan. Begitu banyak possibilities di dunia ini yang sayang kalau hanya dilalui dengan begitu-begitu saja.
Itulah kenapa, saya berani untuk membuat keputusan itu. Saya yakin, ketika kita sudah jujur dengan diri kita sendiri, pasti akan dimudahkan jalan. Saya yakin, wherever we go, if we keep bring our own sunshine, kita akan bisa membuat setiap tempat yang kita datangi menjadi menyenangkan. Orang-orang pertama yang saya ceritakan tentang keputusan saya itu, semuanya justru sangat mendukung dan bersedia membantu apapun yang saya butuhkan walaupun sampai sekarang saya bahkan belum bisa menunjukkan hasil dari keputusan saya itu. Apakah saya akan jauh lebih sukses dari sekarang, atau sama saja, atau malah lebih parah : gagal total. Tapi mereka melihat sebaliknya. Keberanian untuk membuat sebuah keputusan itu somehow jauh lebih terasa berharga . Tinggal bagaimana nanti kelanjutannya, itu satu hal yang lain lagi.

Saya pikir, ini semua memang rencana Allah untuk saya. Setiap orang pasti memiliki masa-nya masing-masing untuk membuat sebuah keputusan besar dalam hidupnya. Dan untuk saya, mungkin saat itu adalah sekarang. Tidak usah takut. Rejeki itu ada dimana-mana. Dan rejeki Allah itu tidak akan pernah batal. Biasanya, hanya tertunda saja datangnya. Karena untuk semua hal, ada waktunya masing-masing. Percaya saja, kalau kita meminta, Allah pasti memberi. Itulah kenapa kita berdoa, bukan? Namun jangan lupa, inti dari berdoa sebenarnya bukan hanya meminta. Kita meminta, tetapi juga melakukan segala usaha untuk bisa mewujudkannya.


Saya ingat sekali, dua tahun lalu saya memutuskan untuk bergabung di tempat saya bekerja ini, karena saya melihat adanya kesempatan dan saya merasa dimudahkan sekali oleh Allah tempat mengajar saya hanya berjarak sekitar 20 meter dari rumah dan sangat diidam-idamkan oleh orang lain. Menyesalkah saya bekerja selama 2 tahun ini disana? Sama sekali tidak. Bangga bisa mencoba menjadi bagian sebuah lembaga yang bergengsi di sini. Banyak pengalaman-pengalaman lain yang saya dapatkan. Dapat teman baru, keluarga baru adalah salah satu yang sangat saya syukuri. Walau dari berbagai sisi pencapaian kinerja mungkin belum maksimal, tetapi buat saya, itu bukan sebuah kegagalan. Because I simply don’t believe in a failure. It’s not a failure if we enjoyed all the process.

Larangan lewat di depan orang yang sedang shalat


عَنْ أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ

:
إَذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّى فَلاَ يَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ. وَلْيَدْرَأْهُ مَا اسْتَطَاعَ. فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ. فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانُ”.

Hadits riwayat Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu’anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Bila salah seorang di antara kalian sedang shalat, janganlah ia membiarkan seorang pun lewat di depannya, dan hendaklah ia mencegahnya semampunya. Bila ia tidak peduli, perangilah karena sesungguhnya ia adalah setan


عَنْ أَبِي جُهَيْمٍ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم “لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُ بَيْنَ يَدَيِ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَّ أَرْبَعِيْنَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ”.
قَالَ أَبُوْ النَّضِرِ: لاَ أَدْرِي. قَالَ: أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، أَوْ شَهْرًا، أَوْ سَنَةً؟
.
Hadits riwayat Abu Juhaim Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Seandainya orang yang lewat di depan tempat shalat itu mengetahui betapa besar dosanya, pasti ia berdiri selama lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang sedang shalat Abu Nadher berkata: Aku tidak tahu, apakah ia mengatakan empatpuluh hari atau bulan atau tahun

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:
إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي فَلاَ يَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ. فَإِنْ أَبَي فَلْيُقَاتِلْهُ. فَإِنَّ مَعَهُ الْقَرِيْنُ”.

Hadits riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Apabila seorang kamu mengerjakan shalat, janganlah dibiarkannya seorangpun lewat dihadapannya. Kalau dia enggan dicegah, perangilah dia karena sesungguhnya turut bersama dia kawannya (setan).

Jumat, 05 Juli 2013

Doa Buka Puasa yang Sahih (dibenarkan)

Beribadah itu harus sesuai Al Quran dan hadist. Selama ini kita mengenal doa berbuka puasa yang umum yang bahkan di ajarkan pada kurikulum sekolah dasar.
Sudahkan kita menyelidik sahih kah doa tersebut? yukk..kita cari kebenarannya sama-sama..


Doa puasa yang sering kita dengar bahkan mungkin juga sering kita baca, adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ ، ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

“Ya Allah, untuk Mu aku puasa, kepada Mu aku beriman, dan dengan rezeki Mu aku berbuka. Hilanglah rasa dahaga, tenggorokan pun basah, dan sudah pasti berpahala jika Allah menghendaki.”

Catatan:
Doa buka puasa yang masyhur ini adalah gabungan dari dua hadits, yaitu:

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

dan,

 ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Adapun kalimat “ وَبِكَ آمَنْتُ ” adalah tambahan yang sama sekali tidak ada dasarnya, meski maknanya bagus.

Hadits Pertama
Apabila Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam buka puasa, beliau berdoa,

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

“Ya Allah, untuk Mu aku puasa, dan dengan rezeki Mu aku berbuka.”

Takhrij
Hadits ini diriwayatkan Imam Ath Thabarani dalam Al Ausath (7762) dan Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbahan (1756)  dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu.
Ibnu Abi Syaibah (109/1) dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu.
Abu Dawud (2011), Al Baihaqi dalam Asy Syu’ab (3747), Al Baghawi (1761), Adh Dhabbi dalam Ad Du’a` (67), dan Ibnul Mubarak dalam Az Zuhd (1390); dari Mu’adz bin Zuhrah At Tabi’i.
Ibnu Sa’ad dalam Ath Thabaqat Al Kubra pada biografi Abul Ahwash dari Ar Rabi’ bin Khutsaim At Tabi’i.

Derajat Hadits: Dha’if

Al Haitsami berkata,”Diriwayatkan Ath Thabarani dalam Al Ausath. Di dalam sanadnya ada Dawud bin Az Zibriqan. Dia adalah dha’if.”[1]
Imam An Nawawi berkata, “Demikian diriwayatkan secara mursal.”[2]
Al Burhanfuri dalam Kanzu Al ‘Ummal (18056), “Hadits mursal.”
Ar Rafi’i berkata tentang hadits Abu Dawud, “Dia adalah hadits mursal.” Dan tentang hadits Ath Thabarani, “Sanadnya lemah. Di dalamnya terdapat Dawud bin Az Zibriqan, dia itu matruk (ditinggalkan).”[3]
Al Albani mendha’ifkan hadits ini dalam Dha’if Sunan Abi Dawud (2358) dan Dha’if Al Jami’ Ash Shaghir (9831).


Hadits Kedua

Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma mengatakan, jika Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam buka puasa, beliau membaca:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتْ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
“Hilanglah rasa dahaga, tenggorokan pun basah, dan sudah pasti berpahala jika Allah menghendaki.”

Takhrij

Hadits ini diriwayatkan Imam Abu Dawud dari Abdullah bin Muhammad dari Ali bin Al Husain dari Al Husain bin Waqid dari Marwan bin Salim Al Muqaffa’ dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma, dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.[6]
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam An Nasa`i dalam As Sunan Al Kubra (3329), Al Baihaqi dalam Syu’ab Al Iman (3748), Ad Daraquthni (2302), Al Hakim (1484), Ibnu As Sunni dalam ‘Amal Al Yaum wa Al Lailah (477), dan Ibnu Abi Ad Dunia (29); juga dari Ibnu Umar.

Derajat Hadits: Hasan

Jadi... yuk! belum terlambat kok menghapal doa buka puasa yang sahih, biar puasanya lebih barokah.....

Marhaban Ya Ramadhan, 
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa.

Senin, 03 Juni 2013

Tahu Crispy ( Tahu Brintik )

Jajanan favorit saat kuliah dulu ya tahu crispy ini, orang-orang Tasikmalaya nyebutnya tahu brintik karena emang si penjual ngasi brand itu di gerobaknya. Biasanya banyak varian rasa yang di tawarkan ada original, keju, lada hitam, pedas, jagung bakar, apalagi yaaa lupa, pokonya banyak.
Saking doyannya dulu sama jajanan ini, klo lagi marahan sama pacar dulu (udah jadi mantan) :p dia ngerayunya pake tahu brintik! ceilaah gak elit amat yak, tapi ampuh!
"udah ya jangan ngambek, nanti pulangnya aku beliin tahu brintik deeh...beneran!"
langsung deh berbinar akunya... hihihi
Udah lama banget itu hampir 6 tahun yang lalu, dan kemaren rasanya kangen lagi.. bukan sama mantan ya, tapi sama tahu brintik!  coba-coba bikin akhirnya berhasiiiiilll......... ini dia penampakannya..


 Resep Tahu Crispy

 Bahan :
10 biji tahu kotak
250 gr tepung terigu, bagi menjadi dua wadah
2 sdm tepung tapioka

Bumbu Halus
4 siung bawang merah
2 siung bawang putih
1 sdt ketumbar
garam secukupnya
gula secukupnya
  
cara memasak:
1. potong tahu memanjang 1 tahu dibagi menjadi 6 potongan.
2. goreng tahu setengah matang, sampai luarnya terlihat cukup kering. tiriskan
3. siapkan 2 sdm terigu, 1 sdm tepung beras. beri garam, merica dan ketumbar, encerkan dengan air matang.
4. tuangkan ke tahu aduk-aduk
5. kocok lepas telur, aduk dengan tahu.
6. sisa terigu dan tepung beras di aduk-aduk sambil ditekan-tekan sampai senuanya menempel dengan baik.
7. goreng saat minyak panas, dengan api kecil.
8. angkat bila sudah kecoklatan.
(disajikan dengan bumbu tabur lebih nikmat)


 Selamat Mencoba

Senin, 08 April 2013

Milang Kala.....nu di Pikaasih...


Pagi ini....kesempatan sekali lagi membuka mata...
Pagi ini...kesempatan sekali lagi menghirup udara...
entah esok,,atau lusa..

Pagi ini...perasaan itu masih sama...
pagi ini...belum ada yang berubah..
entah esok,, atau lusa..

harapan...
impian...
masih ada terus bertahan...
entah esok,,atau lusa..

mmmhhh...
Sebenarnya tak ada yang spesial hari ini...
hanya kebetulan bertepatan dengan tanggal kelahiranmu...
senang boleh,,asal tidak berlebihan..
syukuran harus,,tapi tidak dengan berpoya-poya..

Entah dengan apa aku harus menganalogikan Do'a..
se'untai..se'utas..se'buah,,se'jumput,,se'genggam....entahlah..
yang pasti satu do'a untukmu...

"semoga Menjadi laki-laki yang lebih tawakal dengan menjadi imam yang baik untuk diri sendiri,
dan tentunya untuk keluarga .."
amin...

HAPPY MILAD suamiku... ^_^
lapyu...