Jumat, 19 Juli 2013
Larangan lewat di depan orang yang sedang shalat
عَنْ أَبِي سَعِيْدِ الْخُدْرِيِّ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ
:
إَذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّى فَلاَ يَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ. وَلْيَدْرَأْهُ مَا اسْتَطَاعَ. فَإِنْ أَبَى فَلْيُقَاتِلْهُ. فَإِنَّمَا هُوَ شَيْطَانُ”.
Hadits riwayat Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu’anhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Bila salah seorang di antara kalian sedang shalat, janganlah ia membiarkan seorang pun lewat di depannya, dan hendaklah ia mencegahnya semampunya. Bila ia tidak peduli, perangilah karena sesungguhnya ia adalah setan
عَنْ أَبِي جُهَيْمٍ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم “لَوْ يَعْلَمُ الْمَارُ بَيْنَ يَدَيِ الْمُصَلِّي مَاذَا عَلَيْهِ، لَكَانَ أَنْ يَقِفَّ أَرْبَعِيْنَ خَيْرًا لَهُ مِنْ أَنْ يَمُرَّ بَيْنَ يَدَيْهِ”.
قَالَ أَبُوْ النَّضِرِ: لاَ أَدْرِي. قَالَ: أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا، أَوْ شَهْرًا، أَوْ سَنَةً؟
.
Hadits riwayat Abu Juhaim Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Seandainya orang yang lewat di depan tempat shalat itu mengetahui betapa besar dosanya, pasti ia berdiri selama lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang sedang shalat Abu Nadher berkata: Aku tidak tahu, apakah ia mengatakan empatpuluh hari atau bulan atau tahun
عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ؛ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ:
إِذَا كَانَ أَحَدُكُمْ يُصَلِّي فَلاَ يَدَعْ أَحَدًا يَمُرُّ بَيْنَ يَدَيْهِ. فَإِنْ أَبَي فَلْيُقَاتِلْهُ. فَإِنَّ مَعَهُ الْقَرِيْنُ”.
Hadits riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahu’anhu, ia berkata:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Apabila seorang kamu mengerjakan shalat, janganlah dibiarkannya seorangpun lewat dihadapannya. Kalau dia enggan dicegah, perangilah dia karena sesungguhnya turut bersama dia kawannya (setan).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar